.:: Yayasan Assadah Poltangan ::. Semarak Perayaan Maulid Nabi di Yayasan Assaadah Poltangan

Semarak Perayaan Maulid Nabi di Yayasan Assaadah Poltangan

Sabtu pagi (9/11/2019) pukul 06.30 wib, masyarakat mulai berduyun-duyun dari berbagai arah, merayap di sisi-sisi jalan Poltangan Raya, Jakarta Selatan menuju Masjid Assaadah tempat penyelenggaraan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sekaligus puncak peringatan Milad Yayasan Assaadah yang ke-30 tahun.

Puncaknya sekitar pukul 07.30 wib, jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar Poltangan, para guru, siswa-siswi Lembaga Pendidikan Nurussaadah, serta para pengurus yayasan mulai memadati dalam masjid dan areal halaman masjid.

Di sisi jalan, para pemuda yang terdiri karang taruna dan ormas setempat dan para laskar dari Front Pembela Islam (FPI), unsur TNI dan Polri nampak turut membantu keamanan dan arus lalu-lintas demi kelancaran acara.

Acara dimulai dengan tahlil dan doa pembukaan, diselingi dengan alunan shalawat yang dibawakan Tim Hadroh Remaja Masjid Assaadah serta pembacaan tilawah dan saritilawah Al Quran yang dibawakan langsung oleh siswa-siswa Madrasah Tsanawiyah Assaadah.

Acara semakin semarak dengan hadirnya satu persatu para habaib, para ulama, para tokoh masyarakat, TNI dan Polri serta perwakilan Pemda DKI Jakarta sebagai perwakilan Gubernur Anies Baswedan yang berhalangan hadir, serta Imam Daerah FPI DKI Jakarta, Habib Muchsin Alatas untuk memberikan sambutan atau tausyiah.

Mengawali sambutannya, Habib Ali Rido bin Idrus Alatas selaku Ketua Yayasan Assaadah Poltangan berkesempatan menyampaikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad dan toleransi ummat Islam. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali Rido juga menyampaikan puji syukur kepada jamaah dan juga para orang tua murid yang hadir atas keberhasilan lembaga pendidikan yang dipimpinnya dapat mempertahan nilai Akreditasi A, yang telah dinilai oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sehari sebelumnya.

Ihwal hari acara yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal, Habib Idrus bin Hasyim Alatas selaku Ketua Pembina Yayasan Assaadah Poltangan yang juga ayahanda dari Habib Ali Rido, mengungkapkan bahwa hal tersebut telah menjadi tradisi yang dijalani Yayasan Assaadah selama 30 tahun ini, di mana hari tersebut juga merupakan hari kelahiran Yayasan Assadah.

Habib Idrus menambahkan, apa yang berlaku semata-mata harapan keberkahan dari adanya kelahiran Nabi Muhammad.

Sementara dalam tausyiah singkatnya, Imam Daerah FPI DKI Jakarta, Habib Muchsin Alatas menyampaikan kegelisahannya atas stigma intoleransi dan radikalisme yang diarahkan kepada ummat Islam.

Habib Muchsin menilai, hal ini adalah upaya pendegradasian nilai-nilai agama, yang ujung-ujungnya adalah upaya liberalisasi ke tengah ummat Islam. Untuk itu Habib Muchsin mengajak para jamaah untuk melawan dan menolaknya.

Menjelang pukul 11 siang segala rangkaian acara pun usai dan ditutup dengan doa bersama. Diakhiri dengan makan bersama bagi seluruh jamaah yang hadir, berupa Nasi Mandhi dan Nasi Kebuli yang juga telah menjadi tradisi dalam setiap perayaan maulid di Masjid Assaadah Poltangan. (RG)

 

Komentar